Pencemaran Sungai Cileungsi Makin Menjadi-Jadi

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Bogor, LiraNews — Berbagai kalangan dari komunitas peduli lingkungan, anggota Dewan dan masyarakat sudah berupaya secara maksimal untuk membuat sungai Cileungsi kembali bersih,  asri dan harum. Begitupun sudah diusahakan secara optimal untuk memberi penyadaran kepada para pengusaha yang mencemari sungai.

Penegakan hukum juga sudah didorong berbagai pihak agar bisa memberi efek jera kepada para pelanggar lingkungan hidup dengan menjatuhkan sanksi berat. “Namun semua tidak seperti yang kita harapkan. Pencemaran sungai Cileungsi semakin menjadi-jadi.”

Penegasan itu dikemukakan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Eko Syaiful Rahman, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, berlokasi di tepi sungai Cileungsi yang tercemar di
bawah Jembatan Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Minggu pagi (18/8/2019).

Upacara bendera ini digelar
Relawan Bela Alam (RBA) Kodim 0621/Kabupaten Bogor, diikuti pembacaan “Ikrar Memerdekakan Sungai” oleh Achmad Fathoni, anggota DPRD terpilih Kabupaten Bogor periode 2019-2024, serta pembacaan doa oleh Abah Yusuf, tokoh peduli lingkungan.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  terpilih 2019-2024, Muhamad Ichsan Maulodin. Juga diikuti berbagai elemen masyarakat yang peduli  sungai Cileungsi serta warga sekitar aliran sungai.

Bupati Bogor yang sebelumnya telah mengkonfirmasi akan hadir sebagai inspektur upacara, berhalangan hadir.

Lantaran demikian sulitnya “menjernihkan” sungai Cileungsi dari pencemaran berat, Eko Syaiful pun akhirnya hanya berujar, “Kita serahkan semua masalah sungai Cileungsi kepada penciptanya Allah SWT. Biarkan Dia Yang Maha Adil memberikan hukuman kepada para pencemar dan pembuang limbah ke sungai Cileungsi dengan seadil-adilnya….”

Sangat Strategis

Menurut Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, kegiatan ini sepenuhnya didukung KP2C karena sangat strategis. Ini karena bisa menjadi momentum bagi pemerintah kabupaten dan instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk bertindak lebih tegas dan keras terhadap pelaku pencemaran sungai Cileungsi. Sungai ini mengalir dari wilayah Kabupaten Bogor hingga Kota Bekasi di Jawa Barat.

Sementara Wawan Ramdani, Pengurus RBA Kodim 0621/Kabupaten Bogor, berharap semua elemen masyarakat bisa menjaga agar sungai Cileungsi betul -betul kembali bersih sehingga bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat dan makhluk hidup lainnya.

“Kami mendukung penindakan yang setegas-tegasnya kepada para pihak yang melakukan pencemaran di sungai Cileungsi dengan tindakan hukum yang maksimal,” tandas Wawan Ramdani.

Sungai Cileungsi yang merupakan hulu kali Bekasi digunakan sebagai bahan baku air PAM Kota Bekasi. Ironisnya, sungai ini kerap tercemar. Ditandai dengan air sungai yang menghitam dan memunculkan bau menyengat, khususnya di musim kemarau. Namun, di musim basah, sungai ini menimbulkan banjir.

Untuk itu, RBA yang merupakan  komunitas binaan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, tahun ini memusatkan peringatan HUT RI di tepi sungai Cileungsi, diwarnai oleh hitamnya air sungai yang tercemar.

Pelaksana upacara sepenuhnya dilakukan anggota RBA Kodim 0621/Kabupaten Bogor. Komunitas ini merupakan  gabungan beberapa elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari acara susur sungai yang telah dilaksanakan pada akhir bulan lalu. Hasil susur sungai sudah diserahkan ke Bupati Bogor saat  acara boling di Kecamatan Gunungputri.

Pada saat upacara juga dibacakan Ikrar Memerdekakan Sungai, yang bunyinya:

“Kami Masyarakat Peduli Sungai berikrar:
1. Memerdekakan sungai dari pencemaran atau polusi.
2. Menjalankan hak hak sungai untuk dijaga, dirawat dan dipelihara.
3. Mengusahakan dengan segenap jiwa dan raga agar Sungai kita Bersih, Asri dan Harum.”

Setelah dibacakan, spanduk ikrar diteken oleh seluruh elemen yang hadir. “Kita jaga alam. Alam jaga kita.” Itulah kesadaran mereka.

Laporan: Sancoyo/KP2C

Mon Aug 19 , 2019
Manokwari, LiraNews – Situasi Manokwari, Papua Barat sejak Senin (19/8/2019) pagi mencekam. Sejumlah jalan utama di kota Manokwari, diblokade warga. Aksi spontan ini menyusul aksi raaisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya serta Semarang, tepat saat HUT RI 17 Agustus lalu. Sejumlah jalan utama seperti Jalan Yos Sudarso dan […]